Indef memandang sektor industri manufaktur Indonesia mengalami perlambatan sebelum waktunya, atau sebelum mencapai titik optimumnya.
Penulis: Khairul Kahfi,
Editor: Rheza Alfian
Ilustrasi bioskop. Pixabay
JAKARTA – Tahun 2022 dianggap sebagai tahun kebangkitan dalam segala bidang industri hiburan, termasuk film. Sepanjang tahun ini, sederet film terbaik bermunculan, mewarnai lanskap industri perfilman tanah air.
Merujuk katalog filmindonesia.or.id, total ada 118 film dirilis sepanjang tahun 2022 sebagian besarnya adalah film yang diedarkan di bioskop, beberapa rilis di platform digital.
Dari jumlah total film yang rilis tahun ini, sebagian besar merupakan film drama, dengan variasi drama romantis hingga drama komedi. Beberapa film drama tercatat sukses di pasaran, masuk dalam jajaran film terlaris Indonesia tahun 2022.
Meski mencolok secara jumlah, genre drama nyatanya tidak begitu mendominasi dalam perolehan penonton di bioskop tahun ini. Tahun 2022 menjadi tahunnya film bergenre horor, dengan 30 judul film dirilis di bioskop.
“KKN di Desa Penari” menjadi film terlaris dengan 9,2 juta penonton, merupakan pencapaian komersial tertinggi sepanjang masa untuk film nasional yang rilis di bioskop. Disusul film horor lainnya, “Pengabdi Setan 2: Communion” di posisi kedua terlaris tahun ini dengan 6,3 juta penonton, hingga “Ivanna” di posisi kelima terlaris dengan raihan 2,7 juta penonton.
Dalam daftar lima besar film terlaris tahun ini, ada dua film dari genre drama yang bertengger di posisi ketiga dan keempat. Pertama yaitu drama keluarga “Miracle in Cell No. 7” yang mengumpulkan 5,8 juta penonton, lalu drama komedi “Ngeri-Ngeri Sedap” dengan 2,8 juta penonton.
“Ngeri-Ngeri Sedap” yang merupakan debut film panjang sutradara Bene Dion Rajagukguk, tercatat sebagai salah satu film paling banyak dibicarakan tahun ini. Film ini pula yang menjadi wakil Indonesia untuk ajang Oscar 2023. Sayang, film ini gagal melaju sampai ke fase nominasi.
Bicara film sukses dalam artian komersial, lima film yang telah disebutkan di atas adalah pemuncaknya. Lalu secara berurutan dalam 10 besar yaitu film “Sayap-Sayap Patah”, “Mencuri Raden Saleh”, “Kukira Kau Rumah”, “The Doll 3” dan “Qodrat”. Jika ditarik lagi daftarnya menjadi 15 besar, maka ada lagi film “Jailangkung: Sandekala”, “Kuntilanak 3”, “Qorin”, “Keramat 2: Caruban Larang”, dan “Pamali”.
Beragam Genre
Meski horor mendominasi, industri film Indonesia tahun 2022 sebenarnya cukup berwarna. Ada variasi warna diberikan oleh film-film laga seperti “Mencuri Raden Saleh”, “Ben & Jody”, hingga yang baru-baru ini ramai dibicarakan yaitu “The Big 4”, film karya Timo Tjahjanto yang rilis di Netflix.
Termasuk film laga dengan karakter pahlawan super, seperti “Satria Dewa: Gatotkaca” persembahan Satria Dewa Studio, hingga “Sri Asih” dari Jagat Sinema Bumilangit yang diprakarsai Screenplay Bumilangit. Hanya saja, sayang, dua proyek perintis film superhero modern Indonesia ini tak terlalu memuaskan dari segi perolehan penonton di bioskop.
Selain laga, film dengan genre komedi juga turut memberi warna kuat pada industri perfilman tanah air setahun terakhir. Ada drama keluarga berbalut komedi seperti “Ngeri-Ngeri Sedap”, atau variasi lainnya berupa komedi-romantis seperti “Cek Toko sebelah” yang rilis di akhir tahun ini.
Komedi dengan karakteristik berbeda hadir lewat film “Mendarat Darurat”, “Gara-Gara Warisan”, hingga “Srimulat: hill yang Mustahal Babak Pertama” persembahan sutradara Fajar Nugros.
Absennya Film Animasi Anak
Yang terbilang kurang di tahun ini adalah film untuk anak. Meski beberapa film yang tayang mengusung kisah anak dan keluarga seperti pada “Miracle in Cell No 7” atau “Keluarga Cemara” yang lebih khas, namun tak ada yang benar-benar dikhususkan untuk anak.
Film anak lazimnya hadir dalam wujud film animasi. Dan jika pun bukan animasi, paling tidak, film anak haruslah mengisahkan dunia dan cerita dari sudut pandang anak, dengan konflik dan penyelesaian masalah yang khas anak pula.
Hanya satu film yang mendekati sebagai tontonan anak, yaitu “Bus Om Bebek”. Secara genre, ini adalah film drama musikal, hanya dunia yang disajikannya adalah dunia anak. Film ini disutradarai oleh Aditya Gumay dan Ozan Ruz, rilis pada awal tahun 2022.
“Bus Om Bebek” sekaligus juga mengisi kekosongan pada lini film musikal di industri film tanah air.
Minimnya film anak atau khususnya film animasi anak di Indonesia tahun ini mundur dibandingkan tahun sebelumnya. Di 2021, setidaknya ada dua film khusus anak yang dirilis di bioskop, yaitu “Nussa” dan “Adit Sopo Jarwo: The Movie”.
Film Jagoan Festival
Jika horor mendominasi pasar film nasional, maka film-film drama berjaya di festival-festival film baik dalam maupun luar negeri. Meski, beberapa film horor juga tercatat masuk dalam nominasi suatu ajang festival dan juga memenangkan penghargaan, namun, film-film drama cenderung muncul sebagai pemuncak.
Di barisan pertama ada film “Before, Now & Then (Nana)” dari sutradara Kamila Andini. Film ini adalah peraih penghargaan tertinggi Festival Film Indonesia 2022. Di skena internasional, film ini menyabet beragam penghargaan, termasuk salah satu yang paling prestisius, penghargaan meraih Silver Bear di Berlinale Film Festival 2022, yang disumbangkan oleh pemeran pendukungnya Laura Basuki.
Jagoan festival lainnya tentu saja “Penyalin Cahaya”, film dari sutradara Wregas Bhanuteja yang meraih Film Terbaik Festival Film Indonesia tahun 2021. Film ini masuk dalam kilasan tahun ini karena tayang pada Januari 2022 di platform streaming Netflix.
Film-film pemenang festival lainnya yang tayang sepanjang tahun 2022 di antaranya “Mencuri Raden Saleh”, hingga “Pengabdi Setan 2: Communion”.
Selain pemenang festival, ada pula film yang sudah tayang di festival dan mendapat pengakuan secara kritis. Seperti film “Like & Share”, persembahan dari sutradara Gina S. Noer. Hanya saja, sayang, penayangannya baru-baru ini berbarengan dengan gelombang pencekalan dari publik terkait isu yang membayangi salah satu pemainnya.
